Minggu, 21 Februari 2016

EDISI "JOMBLO"

Cieeee,,,, Yang tahun baruannya uda kelewat jauh, tapi masih aja jomblo… hehe

yaudah Resolusi tahun ini dapat pacar deh, biar gak jomblo teruss... heuheu

     Okayy,, Sadar banget, usiaku saat ini menjadi sasaran empuk bagi setiap teman,sahabat, saudara dan tetangga, untuk mengusikku dengan pertanyaan “kapan nikah?” atau bahasa jawa nya adalah “wes ndang-ndang nduk ”, hehe dan kalo sama teman bahasanya lebih gaul lagi nih,, “eh sama siapa sekarang?”. aduhhh segitunya ya,, tapi Gak papalah terima aja pertanyaan2 itu... L

     Beda lagi dengan  orang tua yang uda ogah basa basi lagii... “jadi kapan bawa teman laki2nya ke rumah???” hiks, kalian pernah di gituin,, seyumin aja sembari bilang,, sabarrr ya bapak2 ibu2... sabarrrrrrrr hahaha

   Daaan momen paling mendebarkan adalah saat menghadiri pernikahan teman,  momen yang satu ini pasti tidak akan terlepas dari pembahasan seputar  pasangan dan pernikahan. Ketika satu persatu teman-temanku sudah menemukan pasangan hidupnya, apalah daya cuma bisa ikutan nimbrung seru sok sok an paham, yaahhhh barang kali ada pelajaran yang bisa di petik dari mereka yang sudah menikah… hehehe

tapi saya senang ending dari momok pertanyaan-pertanyaan itu ternyata ada do’a yang terucap tulus dari mereka semua. “semoga cepat ketemu jodohnya ya”  tersenyum haru (Amiiiiin) J

***^_^***

      Baiklah, aku sedang menikmati fase dimana aku  berada di dunia kerja selepas lulus kuliyah, merasakan yang namanya nerima gaji,hunting makanan pakek uang sendiri, beli baju pkek uang sendiri, beliin makanan orang rumah pakek uang sendiri, di kejar deadline di kantor, akhir bulan bisa sampai pulang telat, biar lelah dan kadang bikin muram durja tapi itu seru, seru banget. Meskipun seperti itu tidak menutup diri dalam ikhtiar soal “Jodoh”.  Apa aku tidak pernah pacaran?? oooh sangat pernah, terus kenapa sekarang tidak pacaran? kuq bisa ya jomblo terus-terusan?? lahh...memangnya kenapa?? Jomblo kan bukan penyakit, jomblo bukan virus yang berbahaya, dan jomblo juga bukan sejenis Sianida (wkwkwkwk alibi)

       Tapi menurutku untuk sebuah pernikahan tidak bisa hanya mengandalkan soal cinta saja (sok bijak), atau mumpung ada yang mau, ada hal-hal yang harus di pertimbangkan karena jelas sisa hidup kita ke depan akan di jalani dengan pasangan yang kita pilih, kuq kesannya pilih-pilih ya?? bisa jadi seperti itu, memilih pasangan yang baik dan bertanggung jawab adalah penting.

      Terus yakin mau kerja terussss kayak gituu...?? coba baca quote dari Bapak Mario Teguh iniGalau tentang jodoh tidak boleh hanya ditutupi dengan  kesibukan bekerja. Tapi upaya memperluas pergaulan untuk menemukan atau di temukan oleh dia yg baik Jleebbb… Asli langusng mikir, Mr. Super sekali ini benar!! jodoh itu kita yag milih, Tuhan yang merestui... so, what would you do??? Dan aku tidak tahu.. hehe

Gini deh, aku yakin bahwa setiap makhluk yag sedang jomblo tidak akan diam saja,, dia pasti megupayaka diriya untuk segera menemukan pasangannya, dan aku percaya banget segala ikhtiar dalam hal apapun (termasuk jodoh) tidak akan terlepas dari campur tangan Tuhan, Tuhan lah yang tau kapan, dimana dan dengan siapa aku dan kalian (yang bernasib sama) akan bertemu pasangannya.

Berpositif Thinking aja mungkin Allah masih menyuruh kita untuk terus memperbaiki diri dengan niat lilahi ta’ala, atau mungkin juga jodoh yang sedang Allah siapkan itu punya value  9 sedangkan aku masih di level angka 6, jadi mblooo aku (dan kalian) harus terus meningkatkan level itu untuk sampai ke angka 9. Bisa jadi kan???? ya kan mbloo???? hehe

Katanya Janji Allah itu sudah pasti, Jodoh juga tidak akan tertukar kuq, kenapa kita tidak berkhusnudzon saja pada Allah,  terus berikhtiar, berdoa, dan melakukan kebaikan dengan niat semata-mata karena Allah, semangat kerja untuk beribadah, karena perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.

yaa kalo sekarang  aku enjoy (pura-pura sih) dengan kehidupan yang Allah kasih saat ini, don’t stop dream dehh,, tetap lanjutkan cita-cita kalian.!! Lagi pula aku percaya bahwa hal yang baik akan datang di waktu yang baik. Klise. But that’s trueeee. Yang penting nikmatin dan manfaatin aja waktu yang qta punya dengan sebaik-baiknya. Dari pada nyesel di akhir kenapa dulu waktu single aku gak melakukan ini atau itu.
Dan mulai saat ini syukurnya di banyakin, apa yang kita inginkan ikhtiar dan doanya juga di tambah-tambah terus.

Jadi,, Gak papa nih Jomblooo??

Ya doakan aku “semoga tidak lama-lama men “jomblo”nya, yah!!! Hihihi Aamiiiiin ya robbal Alamiin”





*terkadang jomblo juga perlu bicara aneh kyak gini,,
sebab jadi jomblo gak perlu suram bangett...




Senin, 26 Oktober 2015

KAKEK

Urusan kantor hari itu tak bisa di hindari,,ada banyak pekerjaan di akhir bulan yang harus di selesaikan, pembayaran ini  lah, itu lah, semuanya mendekati batas akhir,, udara panas yang entah mencapai berapa derajat celcius benar-benar menyengat, tapi mau ndak mau aku harus keluar kantor untuk ke bank.

No antrian 145 dengan 25 antrian lagi,, MasyaAllah lumayan lama kalo harus menunggu 25 orang lagi,, sedangkan aku masih ada urusan lain yang harus aku kerjakan,, Sebagian Teller ada yang masih istrahat,, sengaja ke Bank pusat dengan harapan urusan pembayaran ini itu segera selesai,, tempat duduk pun penuh, beberapa kursi ada yang kosong tapi tempatnya di tengah-tengah nasabah, dengan malu-malu aku membungkukkan badan melewati para nasabah dan duduk di antara orang-orang yang sama sekali tidak aku kenal,,

Oke,, aku Duduk sambil mengamati segala sesuatu yang ada di dalam ruang ini,, terasa sejuk sekali, dan aku menikmati ini. Terdiam menunggu 25 antrian aku harus melakukan sesuatu agar tidak bosan,, ku amati setiap nasabah di sini, hampir semuanya bermain gadget,, semua sibuk dengan smartphone nya,, aku pun langsung demikian ku ambil smartphoneku,, kupandangi smartphoneku aku harus ngapain dengan smartphone ini,  aku cek tidak ada messege masukk,, bermain game pun tidak hoby,, buka facebook?? Aduuhhh paling hanya aku scroll ke bawah kemudian log out,,, atau update status biar ada temen ngobrol?…..gak gak,,itu tidak akan aku lakukan,, (Tidak penting pikirku)

Aku hidup di zaman yang katanya adalah Generasi “N” alias generasi nunduk,, (suka bermain gadget tidak peduli kanan dan kiri) kecanggihan gadget membuat saya dan semua orang saling acuh, tidak ingin peduli kepada yang dekat, biarlah itu menjadi urusan mereka sendiri. Dengan asyiknya bermain Handphone tak kusadari ternyata di sebelahku sudah tergantikan kakek tua, Jarak kita agak sedikit jauh di antara satu kursi,, penampilan rapi dan juga bersih, si Kakek menoleh ke arahku sekilas,, tidak ada senyuman, q kembali menyibukkan diri dg HP ku,, Kakek itu menoleh ke arahku lagi, dengan cepat ku hentikan jemariku di layar ponsel, jaga-jaga jika Kakek itu mau bertanya sesuatu, aku dengan cepat bisa meresponnya. Tapi rupanya kakek itu Cuma lihatin aku terus,,,
Kakek itu menoleh lagi,, aku pun menoleh,, senyumnya mengembang ramah, dan aku berhasil membalasnya.

Mbak, Nomer antrian berapa?”  Tanya kakek itu dengan ramah dan suara khas seorang kakek tua,
“145 pak,, 12 orang lagi,, Bapak nomer antrian brapa??”

Kartunya di bawa Anak ku, itu duduk di depan,,
Bapak itu memanggil anaknya,, ingin tahu dapat nomer berapa,, kakek itu mendapat nomer antrian ke-155.. selisih 10 antrian dengan aku,,

“Bapak mau nabung,? sambungku

“enggak mbak,, mau ambil pensiunan,,”

Pensiunan apa pak??      

PNS mbak,, Guru Bahasa Inggris,,

“ooooooo,,,” q membalasnya dengan anggukan dan senyuman.

Usiaku ini 78 tahun mbak, aku pensiun sudah sekitar 15 tahun yang lalu,, Alhamdulillah menikmati masa tua dengan keadaan yang sehat,, jarang sakit yang macam2, kalo sakit sakitnya biasah aja kayak flu, demam gitu mbak,,

Bapak ini secara tiba2 mengajakku ngobrol,,  dan aku menikmatinya sedikit menggeser posisi duduk biar tidak terlalu jauh. Saya bisa menyebutnya bapak ini generasi tanpa gadget,, mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk menyapa siapapun yang di dekatnya dan tidak sungkan berbagi cerita,,,

Wahh Alhamdulillah ya pak sehat terus,, Panjang Umur,, Jawabku
iya mbak,, kalo isteri sudah mendahului saya,, tapi dulu orang tua saya, Ayah, Ibu panjang umur juga sampai usia 100,,

dan aku tetap dengan mimik muka “sedang memperhatikan” dengan apa yang bapak itu ceritakan
Mbak tau gak di Jawa Barat ada Nenek yang usianya sangat tua sekali,,

q menggeleng2 penasaran,,, (mengguman, Bapak ini sudah usia senja tapi tidak ketinggalan berita, mungkin ini ciri orang jaman dulu,, memperluas pengetahuan dengan segala bentuk, bermacam ruang,  juga informasi apapun,, )

bapak itu mengingat-ngingat nenek yang mau diceritakan “ eeeeeeee nenek Anami namanya mbk, usianya sudah mencapai 134 tahun,,” dan q masih mengeleng-nggeleng “enggak tau Pak,, hehe”(tersenyum malu). parah sekali ada fasilitas internet tapi kalah update dengan Bapak ini,,

“haaaa tak kasih tau mbak, waktu di tanya wartawan resepnya apa??? itu Resep nya katanya gak pernah makan yang aneh2,, suka makan sayur-sayuran katanya”.
ooooo,, gitu ya pak,,

iyaaa mbakkk”...

kalo bapak resep nya apa??

“gampang mbak,, kalo saya selalu membiasakan diri untuk berfikir positif dan selalu murah senyum,,
eksepresiku terbelalak, aku kira sama persis dengan nenek yang disebutkan tadi,, mungkin makanan atau olah raga,, ternyata lain....

‘iyaa mbak,,, dengan berpikir positif kita gak gampang sakit mbak,, hati kalo uda sakit, mau makan gak enak, tidur  gak tenang, akhirnya kita terserang penyakit,, jadilah penyakit yang aneh2,,”

“hehehe,, iya pak ya”

“iiiiyaaaa... hahah” tertawa khas seorang kakek tua...

Banyak nomer antrian yang di panggil, tapi nasabahnya sudah tidak ada, mungkin tidak sabar menunggu.

“NOMER ANTRIAN 145 SILAHKAN KE TELLER 4 TERIMAKASIH”

pak, ini saya di panggil,,”

“ohh iya mbak silahkan” tersenyum lebar dengan gigi yang sudah banyak berkurang

“duluan ya pak” (dan sebenarnya masih ada keinginan untuk mendengarkan cerita bapak ini).

Akhirnya urusanku selesai, dan aku lihat kakek itu sudah bersama anak dan cucunya duduk bersebelahan,,,



Gak tau deh,,, Bapak itu tiba-tiba seperti mood booster buat aku,,, :) 


“POKOKNYA THANK YOU BAPAK, SEMOGA BAPAK SEHAT TERUS”....

Minggu, 25 Oktober 2015

"SARJANA GALAU" ....SUDAH BIASA...


Galau?? Saya juga kuq,, :D Inget kan awal masuk kuliyah dulu gimana??? Kalian melanjutkan kuliyah pasti berangkat dari cita2 yang kuat yang ingin kamu capai, aku juga begitu kuq,,

Tapi ketika kuliyah yang di jalani selama 4 tahu itu sudah selesai malah jadi galau ya??,, Galau antara kerja atau nerusin Study, kalo kerja enaknya kerja yang gimana?? Di kota sendiri apa merantau??? Selain itu galau antara Jomblo dan Nyari Calon Suami,,, (Lohh hubungannya apa?) haha,,,

Gak bisa di pungkiri, Mahasiswa yang baru lulus semacam aku ini galaunya setengah mati, maunya cari kerja pengennya yang enak, gaji gede, posisi menjanjikan, masa depan terjamin tapi gak di imbangi dengan pengalaman dan skill, Repot juga kan. DI tambah lagi sering aku jumpai di lowongan kerja syarat pelamar harus ada pengalaman kerja min 1 tahun. Mulai deh pusing lagii

Saya yakin banyak diantara kalian yang masih freshgraduate alias baru menyandang gelar SARJANA mengalami hal yang sama sperti aku “Galau”. Menurutku sih jaman sekarang agak susah nyari kerja dengan jenjang karir yang menjanjikan yang sesuai passion dan jurusan kita. Aku sering denger bercandanya teman-teman yang merasa dirinya salah jurusan, banyak yang bilang “Kayaknya aku salah jurusan deh, soalnya ini tidak sesuai dengan minat dan bakat aku, tahu gitu dulu aku tidak masuk jurusan ini”. Hehehe,, ambil hikmahnya aja, di balik salah jurusan pasti ada “sesuatu” yang pernah buat kamu bahagia… (sesuatu apa nih?,, kisah cintaaa :D), hayooo ngaku deh,,

Galau wajar sobat, tapi jangan berlarut-larut(hihihi,, padahal dulu aku sedih banget,,) yang namanya kesuksesan itu butuh perjuangan, kalo sukses itu mudah, enak dong! Orang malas juga bisa klo gitu,, sama kuq sama, aku sempet bosen banget dirumah, yang kesehariannya itu-itu aja.. sedikit cerita dari aku, untuk mendapatkan pekerjaanku yang sekarang sangat tidak mudah, biaya juga gede yang di keluarkan, bolak balik kirim CV melalui Kantor Pos, tenteng map kesana kemarii,pertanyaannya seberapa banyak yang uda aku kirim????, banyakk bangett, bekalnya optimis  dan yakin usaha itu tidak akan pernah sia-sia.. dari sekian banyak yang aku kirim ada beberapa yang nyantol, kepanggil test tulis tapi tidak masuk tahap wawancara, pernah juga sudah tahap wawancara tapi tidak masuk ke tahap wawancara final (nikmat bukan penglamannya?). Sampai pada akhirnya aku di beri kesempatan oleh Allah SWT untuk bekerja (5 bulan setelah Wisuda), dan Alhamdulillah tempat kerjaku tidak jauh dari rumah, (Maklum orang tua gak mau aku kerja jauh). Yaa meskipun terbilang perusahaan kecil tapi Jobdest nya sesuai banget dengan bidang aku,,, jadi kalo kita mau menikmati,, itu bisa dibuat belajar lagi lo untuk berkarir ke yang lebih besar nantinya,, bukan kah memulai dari bawah itu sungguh nikmat yang sangat indah???,,


Jadi intinya buat kalian yang baru aja lulus kuliyah dan bingung nyari kerja,, yakin saja bahwa usaha itu tidak pernah sia-sia,, terus semangatt,, pasti ada,,, kerja gk harus di perusahaan gede ya,, belajar dulu di perusahaan yang kecil atau sedang,, asal cocok dengan bidang kita,, atau mungkin jadi pebisnis,, itu juga pilihan yang sangat bagus lo,, nanti kalo bisnisnya gede bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagii,,,

Dan yang masih kuliyah,,, kuliyahnya  yang seriusan ya,,!!! Perbanyak ilmu pengetahuan tidak hanya di dalam kelas aja,, tapi di luar kelas juga,, tidak di pungkiri bisa jadi kedepannya kalian kerja tidak di jurusan yang kalian jalani sekarang,,, Tapi yang paling penting dari itu semua adalah mudah-mudahan ilmu yang kita cari bisa membawa manfaat dalam keseharian kita. Dan terusss belajar ilmu-ilmu yang lain “merasa haus akan ilmu”.

Minggu, 10 Mei 2015

LATE POST,,

Rindu bersama kalian,,
November 2012

Alhamdulillah, persis setelah ujian di hari terakhir kita anak akuntansi 2010 UIN Malang langsung berangkat liburan dengan tujuan ke kota Blitar,,
Ini masih nungguin teman2 yang lainnya, biasahlah gak afdol klo gak pakek molorr,,, hihihi



Tujuan pertama mampir dulu di jembatang lahor yang berada tepat di atas bendungan karang kates, jembatan ini menghubungkan kabupaten malang dan kabupaten blitar, bendungan ini gede banget, sore hari rasanya sejuk banget, di tambah angin yang berhembus pelan pelan,,, duuhhh romantis deh,,,
naahhh,,, ini nih bendungan karang kates, Waduk ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pertanian dengan pengaturan debit air, fungsinya bagi pertanian amat diperlukan.





Menjelang magrib kita nyampek di Makam Presiden Ir. Soekarno, tapi uda kesorean gak bisa masuk makam untuk ziarah, jadi ini hanya foto-foto di dekatnya museum Ir. Soekarno...





 
karena uda malam, kita langsung istirahat aja dirumah salah satu sahabat kita,, prepare buat besok yang rencanaya mau ke pantai,, oke oke, I'm ready...

Pantai Tambak Rejo Kabupaten Blitar..

Kita sarapan dulu di pinggir pantai,,




 Berenang renang di tepi pantai,,















Daaaannn,,, masih bnyak lagi fotonya,, mau di upload semuanya tapi kuq capek nungguin ya,, hehe

Alhamdulillah,, ini menyenangkan sekali bisa berkunjung ke pantai di sudut kabupaten blitar...

Kamis, 05 Maret 2015

21 Februari 2015




 Meski Kamu Masih Misteri



Siang-siang, di weekend day yang tidak ada aktivitas apapun, mau tidur siang tapi enggan, acara jalan-jalan juga gak ada.. heemmm... benar-benar membosankan...!!
ahaa... ide baik muncul!!! aku teringat dengan buku yang baru aku beli beberapa hari kemaren, aku juga belum selesai membacanya,, ya sudahlah kebosananku aku alihkan untuk melanjutkan buku tersebut, judulnya “Ya Allah Izinkan Dia Untukku” hihi buku itu karangan Burhan Sodiq yang termasuk penulis buku Best Seller.
Lambar demi lembar aku baca dengan serius kadang-kadang juga berangan dan mengingat kejadian yang bisa di bilang sama dengan tulisan yang ada di buku tersebut, tapi ada hal yang paling aku suka dan cukup menasehati aku juga, iya surat yang di tulis oleh Sahabat Farida dari kota Solo, Surat tersebut mencoba memberikan penjelasan tentang sesuatu yang masih menjadi misteri, dan misteri itu akan terjawab pada waktunya, apakah misteri itu akan terjawab dengan baik atau buruk? tergantung bagaimana kita menguak misteri itu.
Apanya yang Misteri?? jawabannya adalah JODOH.
Siapa yang tahu jodoh kita? Sama-sama kita tidak tahu siapa. Tapi kita bisa tetap berdoa agar siapapun orangnya, akan membantu kita untuk selalu bahagia. Amiin

Teman-teman penasaran dengan isi surat itu,, tenang saja aku sudah menulisnya. Semoga teman-teman mendapatkan motivasi juga dari surat yang di tulis oleh sahabat kita ini.
Curhatku : farida di Kota Solo
Jodoh memang misteri. Yach, aku sepakat dengan hal itu. Karena rangkaian hidup ini adalah sebuah misteri panjang. Yang tidak pernah bisa di tebak secara akurat oleh siapa pun. Termasuk salah satunya adalah jodoh. Sebagai manusia biasa, jatuh cinta, tertarik pada seseorang dan akhirnya lahirlah emosi-emosi tertentu seperti cemburu, rindu, malu dan sebagainya adalah hal yang sangat wajar.
Akupun demikian. Sebagai manusia normal aku juga pernah jatuh cinta dan memendam harapan pada seseorang. Secara logika aku paham dan sangat mengerti bahwa tak ada yang pasti pada hari esok termasuk apakah nantinya jodohku adalah dia yang kuharapkan atau orang lain. Namun terkadang pikiran matematis manusia sering berhitung, bahwa peluang seseorang yang kita cintai menjadi jodoh kita adalah 50% dan peluang untuk tidak menjadi jodoh kita pun juga 50%. Itu mungkin yang membuat kadang-kadang seseorang sering memelihara harapan pada orang yang dicintainya, meski dia tau persis bahwa tak ada yang menjamin jodohnyan kelak.
Setelah mengalami banyak pengalaman panjang, tentang segala hal yang tak pasti, tentang manusia yang tak pernah stabil baik iman, maupun aspek psikologis lainnya, aku semakin yakin bahwa segala hal yang ada di dunia ini akan senantiasa berubah dan tak ada yang abadi. Mungkin saat ini kita tertarik pada seseorang dengan karakter A, namun bisa jadi besok kita lebih tertarik pada seseorang dengan tipe B, dan sebagainya. Semua berubah dengan seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan seseorang akan suatu hal. Atau bisa jadi sekarang kita menyukai seseorang karena sifat tertentu yang ada pada diri seorang tersebut, namun ternyata esok kita tak lagi menemui karakter yang kita kagumi yang pernah ada pada diri orang tersebut. Maka rasa tertarik, simpatik, atau mungkin cinta itu pun bisa hilang. Mungkin itulah yang menyebabkan kenapa jodoh itu begitu misteri, tak bisa ditebak dengan akurat. Karena manusia tak pernah tak berubah setiap saat, karena manusia itu hidup secara dinamis dan berkembang dalam segala aspek.
Maka jika saat ini masih ada seseorang yang menempati ruang hatiku, aku tak berani benar-benar meyakini dan berharap penuh padanya. Aku tak tau apakah dia adalah seseorang yang baik, sebaik apa yang kusangkakan padanya, sehingga aku tak yakin penuh dengan segala harapanku. Jika memang sesuai prasangkaanku, aku memohon pada Allah agar aku pantas untuknya dan memang tercipta untuknya. Sekarang dengan pengetahuanku yang dangkal aku hanya bisa senantiasa memperbaiki diri ini menuju hamba yang lebih baik. Jika aku adalah seorang wanita yang baik (shaihah) pasti aku akan bersanding dengan laki-laki terbaik, laki-laki yang shalih.
Jika aku menjaga diri dan kehormatanku, maka jodohku kelak adalah seseorang yang juga menjaga dirinya serta kehormatannya. Terlepas dari apakah dia nanti jodohku atau bukan, aku selalu berharap dia juga senantiasa dalam dekapan hidayahnya. Hingga suatu saat nanti Allah menjawab misteri kehidupan kami (apakah kami bersama atau tidak) mungkin mulutku tak akan pernah berhenti melantunkan do’a-do’a untuknya. Sesungguhnya kadang-kadang aku malu meminta pada Allah tentang dia (karena aku tahu harapanku adalah sesuatu yang salah). Namun Allah, Dia Mahatahu apapun yang tersalin atau tersirat dari hamba-hamba Nya. Allah Mahatahu apa yang kuharapkan dan Dia tahu apa yang terbaik untukku. Dia tak akan membebankan cobaan di luar batas kekuatanku. Aku yakin itu.

Tik tok tik tok,,, hehehe bagaimana,,?? masih termenung?? sama kyak aku kemaren selesai membacanya malah campur aduk rasanya,, hihi
Untuk saat ini aku masih sama dengan teman-teman mencari jawaban atas misteri itu, surat dari sahabat kita Farida memang betul adanya, yang di dekat kita sekarang, yang kita dambakan saat ini belum ada jaminan bahwa dia akan menjadi masa depan kita.!! kita berprasangka baik aja,, Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua. Amiin